Dari Festival Jawa Bersyi’ir : Lesbumi Menggebrak Lewat Wayang Mika-El
MASIHKAH segar embun menetes di esok pagi, langit malam berwarna darah, wajah-wajah bersimbah amarah, kaki-kaki melangkah tanpa arah”.
Sebuah prolog sebagai pertanda jejer pergelaran wayang Mika-El sebagai puncak acara ‘Festival Jawa Bersyi’ir’ yang di gelar di Jalan Wonokromo Pleret Bantul, Minggu malam (19/10). Pergelaran wayang Mika-El merupakan pengembangan sebuah tradisi yang dikemas lebih modern seiring dengan kemajuan teknologi. wayang Mika-El juga sebagai gebrakan dari Lesbumi DIY dalam melakukan terobosan baru di dunia seni perwayangan dan musik.








