Festival Jawa Bersyi’ir, 18-19 Oktober 2008.
JAWA BERSYI’IR merupakan inisiasi serangkaian kegiatan untuk mengapresiasi dan merayakan keragaman seni tradisi muslim di Jawa. keragaman seni tradisi ini membuat Jawa sangat kaya dengan khazanah kesenian Islam, walaupun Islam sendiri merupakan agama yang disebarkan dari seberang yang jauh di Asia Barat.
Mengapa dinamakan JAWA BERSYI’IR?
Karena seni tradisi muslim di Jawa diartikulasikan dalam bentuk syi’iran-syi’iran (puisi-puisi) yang ditembangkan, baik dengan menggunakan medium bahasa Jawa maupun bahasa Arab, baik diiringi instrumen maupun tidak diiringi instrumen. Maka, muncullah beragam kesenian muslim di Jawa, seperti hadrah, shalawat montro, rodat, shalawat Jawi, singiran, shalawat maulud, samroh, terbangan, pujian, burdah, genjring, jidor, dan lain-lain.
Keragaman inilah yang ingin dirayakan dalam kegiatan JAWA BERSYI’IR. Di dalamnya dilaksanakan rangkaian beberapa kegiatan dan didukung pula dengan beberapa kegiatan lainnya. Kegiatan ini tidak sekedar merayakan keragaman, tetapi juga mendialogkan keragaman itu melalui seni tradisi. Titik-titik ekstrimitas dalam berkarya didialogkan melalui bahasa seni.
Inilah sebuah karya yang diinisiasi oleh Recent Media, sebuah lembaga independen yang bergerak untuk memfasilitasi multikulturalisme berbagai komunitas tradisi dalam sebuah nampan kebersamaan. Karya ini dikembangkan dengan bekerjasama dengan LESBUMI-NU DIY, Rabithah Ma’ahid Islamiyah Cabang Bantul dan Wilayah DIY, Komunitas MataPena, Kelompok Wayang Mika-EL, dan Kelompok Musik Gangsadewa. Tak lupa, kegiatan ini difasilitasi oleh Combine Resources Institution, dan didukung oleh Ford Foundation.
KEGIATAN UTAMA
- Pembukaan (18 Oktober 2008, jam 15.30)
- Festival dan Pasar Seni Syi’iran (18 Oktober 2008, jam 19.00), menampilkan kesenian rodat, hadrah, samroh, shalawat Jawi, shalawat Maulud, singiran, dan lain-lain. Dimeriahkan oleh Syi’ir Gangsadewa.
- Pentas Kolaborasi Seni Syi’iran dan Wayang Mika-EL (19 Oktober 2008, jam 19.00), menampilkan kolaborasi kesenian rodat, shalawat montro, dan hadrah, yang dirangkai dalam cerita Wayang Mika-EL.
KEGIATAN PENDUKUNG
- Bazar Buku (18-19 Oktober 2008)
- Pameran Pendidikan Pesantren (18-19 Oktober 2008)
- Lomba pembacaan novel pesantren (19 Oktober 2008, jam 08.00)
- Workshop penulisan novel pesantren (19 Oktober 2008, jam 12.30)
TEMPAT PELAKSANAAN
- Jalan Masjid Desa Wonokromo, Pleret, Bantul
Ditulis oleh Yayasan Akar Rumput pada Oct 15, 2008, Berita, Press Release





