<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Yayasan Akar Rumput</title>
	<atom:link href="http://www.akarrumput.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.akarrumput.org</link>
	<description>empowering the society</description>
	<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 01:56:13 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Dari Festival Jawa Bersyi&#8217;ir : Lesbumi Menggebrak Lewat Wayang Mika-El</title>
		<link>http://www.akarrumput.org/berita/dari-festival-jawa-bersyiir-lesbumi-menggebrak-lewat-wayang-mika-el/</link>
		<comments>http://www.akarrumput.org/berita/dari-festival-jawa-bersyiir-lesbumi-menggebrak-lewat-wayang-mika-el/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 14:57:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yayasan Akar Rumput</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.akarrumput.org/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[MASIHKAH segar embun menetes di esok pagi, langit  malam berwarna darah, wajah-wajah bersimbah amarah, kaki-kaki melangkah tanpa arah”.
Sebuah  prolog sebagai pertanda jejer pergelaran wayang Mika-El sebagai puncak  acara ‘Festival Jawa Bersyi’ir’ yang di gelar di Jalan Wonokromo Pleret  Bantul, Minggu malam (19/10). Pergelaran  wayang Mika-El merupakan  pengembangan sebuah tradisi yang dikemas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MASIHKAH</strong> segar embun menetes di esok pagi, langit  malam berwarna darah, wajah-wajah bersimbah amarah, kaki-kaki melangkah tanpa arah”.</p>
<p>Sebuah  prolog sebagai pertanda jejer pergelaran wayang Mika-El sebagai puncak  acara ‘Festival Jawa Bersyi’ir’ yang di gelar di Jalan Wonokromo Pleret  Bantul, Minggu malam (19/10). Pergelaran  wayang Mika-El merupakan  pengembangan sebuah tradisi yang dikemas lebih modern seiring dengan  kemajuan teknologi. wayang Mika-El juga sebagai gebrakan dari Lesbumi  DIY dalam melakukan terobosan baru di dunia seni perwayangan dan musik.</p>
<p><span id="more-22"></span>Dalam pergelaran wayang Mika -El itu dibawakan Ki Dalang Kaji Habib  dengan mengambil lakon dari Dewa Ruci, yaitu Pencarian Jati Diri.  Menurut Koordinator acara Jawa Bersyi’ir sekaligus Ketua Lesbumi DIY, M  Jadul Maula, dalam pergelaran itu disampaikan pesan bagaimana seseorang  sedang melakukan pencarian jati diri. Lakon itu diambil dari sebuah  fenomena terjadinya krisis multi dimensi yang malanda bangsa Indonesia.  Pencarian jati diri itu disampaikan lewat seni wayang Mika-El yang  dikolaborasi dengan kesenian hadrah, rodat serta montro. “Pentas wayang  Mika -El ini bisa dikolaborasi dengan berbagai kesenian yang lain,  karena dipentaskan di lingkungan pesantren, maka kolaborasinya dengan  kesenian Islami. Inilah yang membuat wayang Mika-El menjadi unik dan  sebagai ciri khas Lesbumi,” kata Jadul.</p>
<p>Masih kata Jadul, wayang  Mika -El juga bisa dikolaborasi dengan teater dan kesenian yang lain.  Lebih jauh Jadul menjelaskan, wayang Mika-El terbentuk sejak dua tahun  silam itu, pementasan Minggu malam (19/10) adalah kali pertama bagi  masyarakat luas. Sementara diambilnya nama wayang Mika -EL itu, dengan  pertimbangan semakin majunya teknologi. Selama ini wayang terbuat dari  kulit yang disungging. Wayang dengan berbahan baku mika, menurut Jadul,  bila disorot dengan sinar, akan berwarna sesuai dengan warna aslinya.  Sedang El, diambil dari nama Malaikat Mikael sebagai pembagi rezeki  bagi manusia, dan El juga bisa diartikan sebagai pengeling-eling bagi  manusia yang hidup di dunia.</p>
<p>Sedang Wayang yang dipentaskan hingga  saat ini belum ada nama yang pakem. Namun untuk bentuknya kata Jadul,  berbeda dengan bentuk wayang kulit. “Bentuknya disesuaikan dengan  bentuk yang jadi dalang,” kata Jadul sambil menunjuk geber.</p>
<p>Pergelaran  wayang Mika-El dijadikan sebagai puncak acara Jawa Bersyi’ir yang  digelar dua hari, Sabtu (18/10) - Minggu (19/10). Pentas perdana wayang  Mika -El itu mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat. Hal itu  terlihat dari banyaknya warga yang memadati sekitar panggung  pementasan, baik anak-anak dan orang tua. Tidak jarang terdengar  sorak-sorai dari penonton yang menyaksikan pementasan wayang selama dua  jam itu.</p>
<p>Sebagai pengiring ada beberapa alat musik kontemporer,  biola, jimbe, bas, serta gendang. Acara didukung Lesbumi NU DIY,  Rabitnah Ma’ahid Islamiyah Cabang Bantul, komunitas Mata Pena, kelompok  wayang Mika -El, kelompok musik Gangsadewa, Combine Resources  Institution serta Recent Media.</p>
<p>sumber: <a href="http://222.124.164.132/web/detail.php?sid=181385&amp;actmenu=40">Kedaulatan Rakyat, 21.10.2008</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.akarrumput.org/berita/dari-festival-jawa-bersyiir-lesbumi-menggebrak-lewat-wayang-mika-el/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Festival Jawa Bersyi&#8217;ir, 18-19 Oktober 2008.</title>
		<link>http://www.akarrumput.org/berita/festival-jawa-bersyiir/</link>
		<comments>http://www.akarrumput.org/berita/festival-jawa-bersyiir/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 14:41:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yayasan Akar Rumput</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[Press Release]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.akarrumput.org/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[JAWA BERSYI’IR merupakan inisiasi serangkaian kegiatan untuk mengapresiasi dan merayakan keragaman seni tradisi muslim di Jawa. keragaman seni tradisi ini membuat Jawa sangat kaya dengan khazanah kesenian Islam, walaupun Islam sendiri merupakan agama yang disebarkan dari seberang yang jauh di Asia Barat.
Mengapa dinamakan JAWA BERSYI’IR?
Karena seni tradisi muslim di Jawa diartikulasikan dalam bentuk syi’iran-syi’iran (puisi-puisi) [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAWA BERSYI’IR</strong> merupakan inisiasi serangkaian kegiatan untuk mengapresiasi dan merayakan keragaman seni tradisi muslim di Jawa. keragaman seni tradisi ini membuat Jawa sangat kaya dengan khazanah kesenian Islam, walaupun Islam sendiri merupakan agama yang disebarkan dari seberang yang jauh di Asia Barat.</p>
<p><span id="more-21"></span><strong>Mengapa dinamakan JAWA BERSYI’IR?</strong></p>
<p>Karena seni tradisi muslim di Jawa diartikulasikan dalam bentuk syi’iran-syi’iran (puisi-puisi) yang ditembangkan, baik dengan menggunakan medium bahasa Jawa maupun bahasa Arab, baik diiringi instrumen maupun tidak diiringi instrumen. Maka, muncullah beragam kesenian muslim di Jawa, seperti hadrah, shalawat montro, rodat, shalawat Jawi, singiran, shalawat maulud, samroh, terbangan, pujian, burdah, genjring, jidor, dan lain-lain.</p>
<p>Keragaman inilah yang ingin dirayakan dalam kegiatan JAWA BERSYI’IR. Di dalamnya dilaksanakan rangkaian beberapa kegiatan dan didukung pula dengan beberapa kegiatan lainnya. Kegiatan ini tidak sekedar merayakan keragaman, tetapi juga mendialogkan keragaman itu melalui seni tradisi. Titik-titik ekstrimitas dalam berkarya didialogkan melalui bahasa seni.</p>
<p>Inilah sebuah karya yang diinisiasi oleh Recent Media, sebuah lembaga independen yang bergerak untuk memfasilitasi multikulturalisme berbagai komunitas tradisi dalam sebuah nampan kebersamaan. Karya ini dikembangkan dengan bekerjasama dengan LESBUMI-NU DIY, Rabithah Ma’ahid Islamiyah Cabang Bantul dan Wilayah DIY, Komunitas MataPena, Kelompok Wayang Mika-EL, dan Kelompok Musik Gangsadewa. Tak lupa, kegiatan ini difasilitasi oleh Combine Resources Institution, dan didukung oleh Ford Foundation.</p>
<p><strong>KEGIATAN UTAMA</strong></p>
<ol>
<li>Pembukaan (18 Oktober 2008, jam 15.30)</li>
<li>Festival dan Pasar Seni Syi’iran (18 Oktober 2008, jam 19.00), menampilkan kesenian rodat, hadrah, samroh, shalawat Jawi, shalawat Maulud, singiran, dan lain-lain. Dimeriahkan oleh Syi’ir Gangsadewa.</li>
<li>Pentas Kolaborasi Seni Syi’iran dan Wayang Mika-EL (19 Oktober 2008, jam 19.00), menampilkan kolaborasi kesenian rodat, shalawat montro, dan hadrah, yang dirangkai dalam cerita Wayang Mika-EL.</li>
</ol>
<p><strong>KEGIATAN PENDUKUNG</strong></p>
<ol>
<li>Bazar Buku (18-19 Oktober 2008)</li>
<li>Pameran Pendidikan Pesantren (18-19 Oktober 2008)</li>
<li>Lomba pembacaan novel pesantren (19 Oktober 2008, jam 08.00)</li>
<li>Workshop penulisan novel pesantren (19 Oktober 2008, jam 12.30)</li>
</ol>
<p><strong>TEMPAT PELAKSANAAN</strong></p>
<ul>
<li>Jalan Masjid Desa Wonokromo, Pleret, Bantul</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.akarrumput.org/berita/festival-jawa-bersyiir/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Festival Kesenian Demak 2008</title>
		<link>http://www.akarrumput.org/berita/festival-kesenian-demak-2008/</link>
		<comments>http://www.akarrumput.org/berita/festival-kesenian-demak-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 12:33:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yayasan Akar Rumput</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[demak]]></category>

		<category><![CDATA[festival]]></category>

		<category><![CDATA[islam]]></category>

		<category><![CDATA[kesenian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.akarrumput.org/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Dewan Kesenian Demak bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Demak akan mengadakan Festival Kesenian Demak (FKD), 1-3 Juni 2008.
Agenda yang akan digelar antara lain pasar seni, lomba mewarnai dan melukis, zipin, rebana masal, karnaval seni, lomba baca puisi, sulap, musik bambu, wayang kulit tiga dalang, dan lomba tari kreasi. Menurut rencana, festival ini akan dibuka oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dewan Kesenian Demak bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Demak akan mengadakan Festival Kesenian Demak (FKD), 1-3 Juni 2008.</p>
<p><span id="more-1"></span>Agenda yang akan digelar antara lain pasar seni, lomba mewarnai dan melukis, zipin, rebana masal, karnaval seni, lomba baca puisi, sulap, musik bambu, wayang kulit tiga dalang, dan lomba tari kreasi. Menurut rencana, festival ini akan dibuka oleh Bupati pada Minggu (1/6) pukul 13.00 di Kompleks Tembiring Jogo Indah Demak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.akarrumput.org/berita/festival-kesenian-demak-2008/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
